Sebuah konsorsium fisikawan internasional di reaktor ITER mengumumkan pencapaian bersejarah hari ini. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil mempertahankan reaksi fusi nuklir—proses yang sama dengan tenaga matahari—secara stabil selama 24 jam nonstop. Keberhasilan ini dianggap sebagai “Cawan Suci” energi bersih, karena fusi nuklir mampu menghasilkan energi hampir tanpa batas tanpa limbah radioaktif jangka panjang. Pencapaian ini memajukan target komersialisasi listrik tenaga bintang ini sepuluh tahun lebih cepat dari prediksi semula.
Sementara itu, ekspedisi laut dalam di Palung Mariana melaporkan penemuan spesies ubur-ubur mikroskopis baru yang memiliki kemampuan regenerasi sel lebih ekstrem dari spesies Turritopsis dohrnii. Makhluk yang dijuluki “The Mariana Phoenix” ini mampu membalikkan siklus hidupnya dari fase dewasa kembali ke polip (bayi) hanya dalam hitungan jam setelah mengalami stres lingkungan. Para ahli biologi molekuler kini tengah meneliti kode genetiknya untuk memahami potensi penerapan anti-penuaan pada jaringan manusia.
Di bidang botani, tim peneliti di IPB University bekerja sama dengan ilmuwan Jepang berhasil mengembangkan varietas padi bioluminesensi. Padi ini tidak hanya tahan terhadap hama wereng, tetapi juga mampu mengeluarkan cahaya hijau lembut di malam hari. Inovasi ini dirancang untuk mengurangi kebutuhan lampu penerangan di area persawahan terpencil sekaligus menjadi indikator visual kesehatan tanaman berdasarkan intensitas cahaya yang dipancarkan.
Lensa Sains Malam Ini:
Antariksa: Rover terbaru di Mars mengirimkan foto formasi batuan yang menyerupai struktur sedimen sungai purba yang mengalir deras, memperkuat bukti adanya air di masa lalu.
Material Maju: Penemuan “Logam Cair” yang bisa berubah bentuk (seperti di film fiksi ilmiah) untuk digunakan sebagai komponen robot penyelamat di area bencana.
Ekologi: Ilmuwan mengonfirmasi bahwa populasi lebah madu global mulai stabil berkat penggunaan pestisida berbasis RNA yang hanya menargetkan parasit tanpa menyakiti lebah.

