Netizen malam ini dibuat merinding sekaligus takjub oleh unggahan terbaru dari akun resmi NASA. Mereka merilis data sonifikasi (pengubahan data cahaya menjadi suara) dari sebuah Lubang Hitam (Black Hole) di pusat galaksi Perseus. Uniknya, hasil pemrosesan suara tersebut memiliki ritme bass yang dalam dan konstan, yang oleh netizen TikTok disebut sangat mirip dengan genre musik Dark Techno. Video ini telah ditonton lebih dari 50 juta kali dalam 6 jam terakhir dengan tagar #SpaceTechno.
Di sisi lain, platform petisi Change.org sedang ramai oleh gerakan netizen global yang meminta agensi antariksa internasional untuk memberikan nama pada robot penjelajah (rover) Mars generasi terbaru dengan nama “Paw-print”. Hal ini bermula dari foto viral salah satu komponen kaki rover yang secara tidak sengaja berbentuk mirip jejak kaki kucing. Tren ini menunjukkan betapa besarnya minat publik terhadap misi luar angkasa jika dibumbui dengan unsur budaya internet yang jenaka.
Tren luar angkasa lainnya yang sedang “hits” adalah filter AR (Augmented Reality) “Mars View”. Filter ini memungkinkan pengguna melihat pemandangan sekitar mereka seolah-olah berada di permukaan Planet Merah dengan langit kemerahan dan badai debu yang realistis. Banyak influencer menggunakan filter ini untuk membuat konten “A Day in My Life as a Mars Colonist,” yang memicu diskusi serius namun santai tentang masa depan manusia sebagai spesies multi-planet.
Yang Lagi Ramai Dibahas (Hot Topics):
#AlienSignal: Perdebatan panas di X (Twitter) mengenai apakah sinyal radio dari Proxima Centauri yang ditemukan pagi tadi adalah pesan cerdas atau sekadar gangguan teknis.
Space Fashion: Viral foto astronot misi Ares-III menggunakan jam tangan produk lokal Indonesia di stasiun luar angkasa, memicu kebanggaan nasional (Pride of Indonesia).
Teori Konspirasi: Munculnya teori unik yang menyebut bahwa struktur “Dinding Es” di Bulan Europa adalah pintu masuk ke markas bawah tanah, yang segera dipatahkan oleh para pendidik sains lewat konten edukasi singkat.

