Menutup perdagangan pekan keempat Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan dengan menembus level psikologis baru di 7.450. Lonjakan ini didorong oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai Rp2,3 triliun dalam satu hari perdagangan. Sektor perbankan digital dan manufaktur berbasis energi terbarukan menjadi primadona, menyusul laporan kinerja tahunan (full year 2025) yang melampaui ekspektasi pasar.
Optimisme pasar bisnis malam ini juga dipicu oleh pernyataan resmi Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif pajak (tax holiday) bagi perusahaan yang berhasil mengintegrasikan teknologi rendah karbon dalam rantai produksinya. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah konkret pemerintah dalam mempercepat target emisi nol bersih, sekaligus daya tarik utama bagi pemodal global yang semakin selektif dalam memilih portofolio bisnis berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance).
Di sisi lain, sektor perdagangan ritel mulai menunjukkan pemulihan daya beli masyarakat yang stabil. Data terbaru menunjukkan volume transaksi di platform e-commerce tetap tinggi meski periode promo awal tahun telah berakhir. Para pelaku bisnis kini mulai mengalihkan fokus pada strategi “Loyalty Tech” — penggunaan AI untuk memprediksi perilaku belanja pelanggan guna menekan biaya pemasaran. Dengan fundamental ekonomi nasional yang terjaga dan inflasi yang terkendali di bawah 3%, para pengamat optimis bahwa iklim bisnis Indonesia akan tetap ekspansif sepanjang kuartal pertama 2026.
Indikator Bisnis & Keuangan Terkini:
Kurs Rupiah: Berada di posisi Rp16.810 per Dolar AS (menguat 0,25%).
Sektor Unggulan: Teknologi, Energi Hijau, dan Perbankan Blue Chip.
Harga Komoditas: Nikel dan Tembaga stabil di level tinggi akibat permintaan baterai global.
Sumber Berita:
Bloomberg Technoz: https://www.bloombergtechnoz.com
CNBC Indonesia: https://www.cnbcindonesia.com/market
Kontan Bisnis: https://investasi.kontan.co.id

